Taubat Bangsa, Solusi Bencana

Banyak orang menilai bahwa bencana wabah yang melanda saat ini hanyalah bencana alam biasa yang tidak ada kaitannya dengan dosa manusia. Berbagai upaya, strategi, teknologi dan tim ditempuh guna menanggulanginya.

Adakah yang mau berpikir: Adakah hal ini peringatan dari Allah kepada kita semua untuk bertaubat dan memperbaiki diri?

Ya, boleh-boleh saja kita mengambil langkah-langkah untuk antisipasi wabah dengan praturan ini, aturan ini, sosialiasi ini itu, lockdwon, PSBB, Social Distancing, Stay at home, masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, menghindari jabat tangan dan lain sebagainya, namun janganlah kita lupa tentang solusi jitu yaitu taubat kepada Allah, karena sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa di balik bencana wabah ini terkandung hikmah bagi kita semuanya, di antaranya agar kita semua intorpeksi diri dan berbenah diri, bertaubat dan bersimpuh di hadapan Allah.

Sungguh, termasuk kesalahan yang amat fatal jika kita hanya menyakini seperti kebanyakan orang bahwa bencana wabah dan sejenisnya adalah sekadar bencana alam murni tanpa ada sebab dan hikmah di dalamnya.

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin berkata, “Sesungguhnya kebanyakan manusia sekarang menganggap bahwa musibah yang menimpa mereka baik dalam bidang perekonomian, keamanan atau politik disebabkan karena faktor-faktor dunia semata. Tidak ragu lagi bahwa semua ini merupakan kedangkalan pemahaman mereka dan lemahnya iman mereka serta kelalaian mereka dari merenungi al-Qur’an dan sunnah Nabi Sesungguhnya di balik musibah ini terdapat faktor penyebab syar’i yang lebih besar dari faktor-faktor duniawi. Alloh berfirman:

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ﴿٤١﴾

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. ar-Rum [30]: 41).” (Atsar Dzunubi wal Ma’ashi (hlm. 9)

Ayat ini menunjukkan bahwa hikmah di balik turunnya bencana yang diakibatkan oleh dosa manusia adalah agar mereka kembali ke jalan yang benar, bertaubat dan menyadari kesalahannya, karena harus kita akui bersama bahwa masih banyak dosa-dosa yang semestinya bangsa ini bertaubat darinya;
Kesyirikan dengan berbagai coraknya, kebid’ahan dengan berbagai rupanya, kemaksiatan dengan berbagai bentuknya, pemikiran sesat, syubhat dan syahwat.

Semoga Allah merahmati para ulama salaf yang selalu intropeksi diri atas segala mushibah yang menimpa mereka, lalu segera sadar dan memperbaiki diri. Ibnu Sirin berkata: “Saya tahu dosa apa yang menyebabkan aku sekarang ini memikul hutang, karena dahulu empat puluh tahun silam saya pernah mengatakan kepada seorang: “Wahai muflis (orang yang bangkrut)”. Sufyan bin Uyainah juga mengatakan: ‘Dahulu aku diberi pemahaman tentang Al-Qur’an, namun tatkala aku menerima kantong uang maka pemahaman itu hilang dariku”.

Demikianlah orang-orang yang cerdas, mereka selalu intropeksi diri dan mengakui kesalahan dan dosa yang menyebabkan musibah yang terjadi pada dirinya.

🌐 Oleh Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi hafizhahullah
📝 Sumber: Telegram Mutiara Ilmu

Walk Through Into The Faith ~

TheStraightPost #StraightPath

AYO BANTU DAKWAH JATINANGOR

BNI Syariah
No. Rek. 0856474079
a.n. Chardia Aulia

Konfirmasi donasi dakwah Jatinangor: 0895389545249
© HUNAFA
FORUM STUDI AL-ATSARY JATINANGOR
OA Line: @hunafa
Instagram: straight.hunafa
YouTube: The Straight Path Hunafa
Email: straightpath.hunafa@gmail.com
Website: http://fsialatsary.com/

Leave A Comment